Tuesday, 7 Ramadhan 1439 / 22 May 2018

Tuesday, 7 Ramadhan 1439 / 22 May 2018

Baznas Ingin Inpres Optimalisasi Zakat Dijadikan Perpres

Selasa 16 January 2018 19:32 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Gita Amanda

Target Penghimpunan Zakat Baznas. Petugas melayani muzaki membayarkan zakat di kantor palayanan Baznas, Jakarta. ilustrasi

Target Penghimpunan Zakat Baznas. Petugas melayani muzaki membayarkan zakat di kantor palayanan Baznas, Jakarta. ilustrasi

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Zainulbahar Noor mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat pada masa pemerintahannya. Tapi Baznas ingin Presiden Joko Widodo menguatkan Inpres Nomor 3 Tahun 2014 itu.

"Presiden Jokowi sudah meluncurkan pembayaran zakat melalui agen laku pandai, Baznas menginginkan penguatan lagi," kata Zainulbahar kepada Republika.co.id di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Selasa (16/1).

Ia menyampaikan, Baznas ingin Inpres Nomor 3 Tahun 2014 dijadikan Peraturan Presiden (Perpres). Kalau hanya Inpres tidak ada keharusan untuk dipatuhi, tapi kalau Perpres ada keharusan untuk mematuhi.

 

Ia mengungkapkan, misalnya ada kesediaan dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) Muslim untuk membayar zakat. Gazi PNS dipotong langsung secara otomatis melalui Kementrian Keuangan untuk bayar zakat. Kalau hal ini bisa dilakukan maka bisa terkumpul dana zakat belasan triliun. Sehingga Baznas dapat melakukan pengentasan kemiskinan lebih maksimal lagi.

 

Ia juga menyampaikan, Baznas sudah membuat Peraturan Baznas, sekarang peraturan tersebut sedang diuji publik. Peraturan Baznas dibuat untuk menguatkan organisasi. "Sekarang Baznas sedang menguatkan dan memastikan Baznas mempunyai sistem yang sangat mapan," ujarnya.

 

Zainulbahar menambahkan, secara kelembagaan Baznas setara dengan kementerian. Bedanya, Baznas tidak mendapatkan dana dari pemerintah untuk secara penuh mengelola pengoperasiannya. Baznas hanya mendapat enam miliar rupiah per tahun, maka kegiatannya tidak terlalu banyak. Tapi, di kementerian seluruhnya dibiayai oleh negara.

 

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Dukungan Dana untuk Asian Games 2018

Selasa , 22 May 2018, 20:14 WIB