Monday, 7 Sya'ban 1439 / 23 April 2018

Monday, 7 Sya'ban 1439 / 23 April 2018

Legislator Dorong Peneliti Tingkatkan Publikasi Ilmiah

Senin 19 March 2018 14:03 WIB

Red: Gita Amanda

Peneliti Indonesia. Ilustrasi.

Peneliti Indonesia. Ilustrasi.

Foto: Antarafoto
Saat ini jumlah profesor riset hanya 2,27 persen dari jumlah peneliti nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakila Rakyat Republik Indonsia (DPR RI) Sutan Adil Hendra mendorong para peneliti untuk meningkatkan publikasi ilmiah. Hal ini sebagai upaya untuk menambah jumlah profesor riset di Indonesia yang sangat minim.

Diketahui, saat ini jumlah profesor riset Indonesia yang masih aktif hanya berjumlah sekitar 218 orang, atau hanya 2,27 persen dari 9.685 jumlah peneliti nasional. “Saat ini, harus kita akui jumlah profesor riset di Indonesia masih sangat minim. Oleh karena itu, Komisi X yang membidangi pendidikan ikut mendorong kewajiban publikasi ilmiah, agar ada peningkatan jumlah profesor riset di Tanah Air,” kata Sutan dalam rilis yang diterima , Kamis (15/3) lalu.

Politikus Fraksi Gerindra itu menilai, dengan meningkatnya jumlah publikasi ilmiah, maka proses untuk menjadi profesor riset itu akan lebih mudah. Berdasarkan pemikiran inilah, Komisi X sepakat dengan pemerintah dalam mendorong dosen ataupun peneliti bisa terus melakukan publikasi. Hasil dari kebijakan ini, menurut Sutan, diharapkan jumlah publikasi di jurnal-jurnal internasional bereputasi telah mengalami peningkatan.

“Kebijakan mendorong publikasi ini telah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan, karena sampai 2017 telah terjadi peningkatan publikasi internasional peneliti dan dosen kita. Artinya kebijakan ini mampu memberi arah yang positif dalam hal publikasi, yang akan menopang Iptek di tanah air nantinya. Semangat ini harus terus kita pelihara,” pesan Sutan.

Apalagi, tambahnya untuk meraih kemakmuran bangsa peran penelitian menjadi amat vital dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga ke depannya, peningkatan jumlah profesor riset ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan tinggi dan Indonesia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA