Saturday, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

Saturday, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

Cabang Pencak Silat Asian Games Ganti Peraturan

Kamis 15 February 2018 03:03 WIB

Red: Endro Yuwanto

Pesilat putra Indonesa Arafa M Yascher (kiri) sedang melakukann pertandaingan melawan pesilat putra Malaysia Shukor Mohammad Zarish Hakim  saat pertandingan babak semifinal kelas 50-55 kg putra pencak silat 18th Asian Games Invitation Tournament di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Senin (12/2).

Pesilat putra Indonesa Arafa M Yascher (kiri) sedang melakukann pertandaingan melawan pesilat putra Malaysia Shukor Mohammad Zarish Hakim saat pertandingan babak semifinal kelas 50-55 kg putra pencak silat 18th Asian Games Invitation Tournament di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Senin (12/2).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Aturan yang baru, semua negara harus ikut seluruh nomor pertandingan yaitu 16 nomor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cabang olah raga pencak silat dalam Asian Games 2018 mengganti peraturan pertandingan. Langkah ini dilakukan menyusul kebijakan Dewan Olimpiade Asia (OCA) tentang kuota nomor pertandingan yang dapat diikuti negara-negara peserta.

"Aturan pertandingan dalam buku pedoman teknis pertandingan dua tahun lalu, setiap negara peserta hanya boleh mengikuti 13 nomor dari 16 nomor pertandingan. Aturan yang baru, semua negara harus mengikuti seluruh nomor pertandingan yaitu 16 nomor," kata Sekretaris Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Erizal Chaniago di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Rabu (14/2).

Aturan lain yang juga berganti adalah setiap nomor pertandingan harus diikuti minimal enam negara. Jika ada nomor pertandingan yang hanya diikuti lima negara, lanjut Erizal, nomor itu akan dihapus oleh OCA.

PB IPSI, menurut Erizal, mempersiapkan dukungan teknis berupa para pelatih dan lokasi latihan di Indonesia menyusul kesulitan dari negara-negara lain di Asia pada pertandingan kategori seni nomor ganda dan regu.

"Kategori seni nomor ganda dan nomor regu itu akan menyulitkan negara-negara peserta karena untuk membentuk tim seni pencak silat yang terdiri dari dua atlet dan tiga atlet itu sangat sulit. Mereka butuh latihan bertahun-tahun karena melibatkan teknik-teknik pencak silat," kata Erizal di sela-sela penyelenggaraan Kejuaraan Uji Coba Asian Games 2018 cabang pencak silat.

Erizal mengatakan, penerapan aturan baru pertandingan pencak silat dalam Asian Games akan semakin memeriahkan pertandingan cabang bela diri asal Indonesia. "Kami sudah mengumpulkan perwakilan dari 10 negara yang mengikuti kejuaraan uji coba ini. Kami akan membantu pelatihan kepada negara-negara yang membutuhkan. Kalau perlu, mereka berlatih di Indonesia," jelasnya.

Tim pencak silat Indonesia, lanjut Erizal, akan fokus pada keikutsertaan dalam Kejuaraan Pencak Silat Belgia Terbuka 2018 yang juga akan menjadi ajang uji coba Asian Games. "Negara-negara yang mempunyai atlet pencak silat bagus seperti Vietnam, Iran, dan Uzbekistan tidak menurunkan atlet mereka dalam kejuaraan uji coba ini. Tapi, atlet-atlet kami akan bertemu mereka di Belgia," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA