Jumat 19 Mar 2021 08:52 WIB

Ghosting dan Komunikasi Umar Ibn Khattab

Kisah Umar Ibn Khatab Menghadapi Ghosting.

Ghosting dan efeknya bagi seseorang.
Foto: google,com
Ghosting dan efeknya bagi seseorang.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh: Uttiek M Panji Astuti, Penulis dan Traveller.

Kata 'ghosting' belakangan trending. Berseliweran  digunakan di sosial media. Kata itu bermakna menghilang tiba-tiba tanpa kontak. Entah itu melalui telepon, email, media sosial, maupun  secara langsung. 

Tulisan ini tak hendak membahas mengapa kata itu mendadak trending, ya. Namun menyoroti etika berkomunikasi generasi milenial yang sudah lama dikeluhkan. 

Sebuah survei dilakukan One Poll terhadap 2.000 responden di Amerika Serikat. Hasilnya, mayoritas generasi milenial tidak menguasai kemampuan komunikasi dengan baik.

Tiga puluh persen milenial pilih membatalkan dan menolak untuk datang ke sebuah acara yang banyak orang karena malas/gugup berkomunikasi. Delapan dari 10 mengungkapkan bahwa mereka lebih percaya diri berkomunikasi lewat pesan singkat dan aplikasi chat.

Masalahnya, mereka tak menyadari bahwa berkomunikasi melalui teknologi komunikasi pun ada etikanya, sebagaimana bertatap muka secara langsung.

Tak hanya menggunakan teks yang sulit dimengerti, pemilihan emoticon dan stiker yang melanggar norma kesopanan, mereka juga seringkali tetiba raib, seperti halnya pelaku ghosting, tulisan hanya di-read tanpa direspons.

Baca juga : Korut akan Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Malaysia

Milenial tak menyadari kalau perilaku ini melanggar etika universal. Mereka pada hakikatnya tidak mau ambil pusing berbagai hal yang mungkin perlu dipertimbangkan.

"Etika bersifat universal dan bersumber dari nurani. Melintas zaman, tak terkait dengan dinamika perkembangan kemajuan teknologi," jelas Debra Fine, seorang pakar komunikasi dan penulis buku “The Fine Art of Small Talk.”

Ia mencatat, di era yang konon teknologi komunikasi sudah sedemikan maju, namun justru miskomunikasi lebih sering terjadi.

Pada generasi sebelumnya, di mana teknologi komunikasi masih sangat terbatas, kesalahpahaman seperti ini bisa dihindari. Komunikasi lebih lancar. Membaca hasil riset itu, saya sungguh sepakat.

 

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement